YARO STARAK BLUE PRINT

Jumat, 30 April 2010

kliping pilkada 2010

logo earning

Artikel pilkada 2010 pemilihan bupati labuhan batu dibawah ini saya copy paste dari berbagai sumber tanpa mengurangi materi yang ada.

=============================================================

Pilkada Labuhan Batu Diikuti Empat Pasangan Calon

Medan, 12/4 (ANTARA) – Empat pasangan bakal calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) diperkirakan akan mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) Labuhan Batu, Sumatera Utara setelah mendaftar ke KPU setempat.

Anggota KPU Labuhan Batu, Borkat Hasibuan yang dihubungi ANTARA Medan, Minggu mengatakan, empat pasangan bakal cabup/cawabup itu adalah Amarullah dan Aziddin yang didukung empat partai politik (parpol) yakni Partai Nasionalis Benteng Kerakyat (PNBK) Indonesia, Partai Matahari Bangsa (PMB), Partai perhimpunan Indonesia Baru (PIB), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Kemudian, pasangan Tigor Siregar dan Suhari Pane yang didukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS) dan Partai Buruh.

Pasangan ketiga adalah Adlina TM dan Sutrisno yang didukung sembilan parpol yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Pelopor, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).

Sedangkan pasangan terakhir adalah Irfan Arya dan Wagimin yang merupakan mendaftarkan diri dari jalur perseorangan.

Sesuai dengan ketentuan dan tahapan yang ada, KPU Labuhan Batu masih memeriksa dan akan mengumumkan kelengkapan persyaratan pencalonan itu pada 14 April 2010.

Setelah itu, pihaknya akan membuat penetapan bakal calon menjadi calon pada 15 April 2010 untuk menetapkan pasangan cabup/cawabup yang berhak mengikuti pilkada.

“Sedangkan penarikan nomor urutnya dilakukan pada 16 April,” kata Borkat.

Menurut informasi yang diperoleh, Adlina TM merupakan isteri Bupati Labuhan Batu Tengku Milwan yang telah memimpin pemerintahan di kabupaten itu selama dua periode.

Selain didukung sembilan parpol, pasangan Adlina TM dan Sutrisno juga dikabarkan mendapatkan dukungan sejumlah parpol yang tidak memiliki kursi di DPRD Labuhan Batu.

(T.I023/B/M034/M034)

http://www.antarasumut.com/berita-sumut/pilkada-labuhan-batu-diikuti-empat-pasangan-calon/

=============================================================

Pilkada Labuhan Batu, Labura, Labusel 16 Juni

10:51 | Wednesday, 13 January 2010

MEDAN-Pilkada di Kabupaten Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara (Labura) dan Labuhan Batu Selatan (Labusel) diundur menjadi 16 Juni 2010. Setelah dibahas secara teknis mulai kesiapan anggaran, administrasi hingga tahapannya, tidak memungkinkan digelar 12 Mei mendatang.

Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution mengatakan pengunduran jadwal tersebut karena berbagai hal. Misalnya, Anggota DPRD-nya belum dilantik, anggaran belum tersedia dan banyak lagi masalah teknis. “Tetap pilkada dilakukan serentak di tiga kabupaten tersebut pada tanggal 16 Juni,” terang Irham kepada wartawan di Medan, kemarin (12/1).

Kemungkinan besar, kata Irham, jadwal tidak diundur lagi. Sebab penetapannya sudah dikoordinasikan dengan semua pihak. Pemkab sudah menyanggupi untuk membiayai anggaran, sedangkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pilkada (DP4) akan diberikan enam bulan sebelum pilkada dimulai.

Sementara itu Ketua KPU Labuhan Batu Suhari Pane mengatakan bahwa kepastian 16 Juni akan dilakukan pilkada serentak di tiga kabupaten hanya dapat dipastikan pada 16 Januari mendatang. Sebab saat itulah DP4 diserahkan ke KPU.

Jika ketiga kabupaten telah menyerahkannya, maka terhitung enam bulan setelahnya dapat diselenggarakan pilkada serentak. Namun hingga kemarin katanya, hanya Kabupaten Labuhan Batu yang memastikan diri untuk menyerahkan DP4 pada 16 Januari. Sedangkan untuk Labura/Labusel belum memastikan kapan penyerahan DP4-nya.(sya)

http://www.hariansumutpos.com/2010/01/pilkada-labuhan-batu-labura-labusel-16-juni.html

=============================================================

Tiga nama tokoh populer di Kabupaten Labuhanbatu Induk dan Labuhan Batu Utara (Labura) populer atau dikenal masyarakat kedua daerah itu. Ketiga nama dimaksud dianggap layak menjadi bagian dari nama-nama tokoh yang disebut-sebut maju dalam pilkada mendatang di kedua daerah tersebut.

Demikian hasil survei Komite Pemilih (TePI) Indonesia menjelang pelaksanaan pilkada di Kabupaten Labuhanbatu (induk) dan Labuhanbatun Utara (Labura) tahun 2010. Koordinator TePI Indonesia Labuhanbatu, Yos Batubara, kepada wartawan di Rantauprapat, Senin (24/8), menyebutkan, ketiga nama itu adalah istri Bupati Labuhanbatu induk saat ini, Hj Adlina T Milwan, DR Amarullah Nasution, H Buyung Sitorus. Dua nama terakhir adalah politisi dari parpol yang berbeda, yang saat pemilu legislatif meraih kursi terbanyak sehingga berhak duduk sebagai anggota DPRD Sumut periode 2009-2014. Selain ketiga nama di atas, beberapa nama di antaranya juga dikenal sebagai sosok yang dikenal seperti Penjabat Bupati Labura saat ini, Daudsyah, kemudian Tigor, H Adil, dan Irfan.

Dari survei TePI, nama tokoh yang diprediksi akan maju sebagai calon bupati yang telah didengar, tercatat sekitar 37,5% responden mengaku sudah mendengar nama Hj Adlina T Milwan, 18,8% responden mengaku telah mendengar nama DR Amarullah Nasution. Kemudian, sekitar 13,8% mengaku telah mendengar nama Tigor, 12,5% mengaku telah mendengar nama H Adil, 5% mengaku telah mendengar nama Irfan. Sedangkan yang tidak menjawab/tidak tahu sekitar 12,5%. “Nama Adlina T Milwan didengar oleh pemilih perempuan melalui pembicaraan atau perantara orang, bertemu langsung, pemberitaan,” ujar Yos. Begitu juga dengan tokoh lain, termasuk melalui baliho, poster, selebaran atau bosur. Mengenai tingginya persentase responden yang tidak tahu atau tidak memberikan komentar, Yos berasumsi kelompok ini adalah swingvoters dan belum mendengar soal pilkada.

Swingvoters juga ia tengarai belum kenal dengan nama-nama tokoh di atas. Lalu, apakah tokoh-tokoh itu akan dipilih responden jika pilkada digelar, sebanyak 41,3% menjawab ya. Sedang 43,8% menjawab belum tentu. Sisanya, 15% abstain atau menjawab tidak tahu.

Untuk Labura, tokoh yang diprediksi maju sebagai calon bupati, sekitar 40% masyarakat berprofesi penggali/penjaga kuburan, pawang jarankepang, pawang hujan, dukun manten, dukun beranak, dan pensiunan buruh perkebunan mengaku mengenal H Buyung Sitorus.
Sekitar 35,4% mendengar nama Daudsyah, dan 15,4% menyebutkan nama alternatif. Yang tidak menjawab/tidak tahu sekitar 9,2%. Apakah semua tokoh itu akan dipilih, Yos menyebutkan hanya sekitar 46,2% menjawab ya. Kemudian, 38,5% menjawab belum tentu dan 15,4% responden menjawab tidak tahu atau abstain.

Proses dan Metodologi
Lalu bagaimana dengan proses dan metodologi survei yang mereka lakukan? Yos mengatakan TePI melihat karakter pemilih sebagai responden survei. Ia mencontohkan pilpres 2009 di Labuhanbatu, di mana diketahui jumah pemilih pemula yang terdaftar mencapai lebih 5.000. Jumlah ini setara dengan 2,02% dari keseluruhan jumlah pemilih terdaftar di kabupaten itu.

Selain itu ada pemilih lajang berjumlah 72.000 atau sekitar 26,9%. Pemilih menikah ditaksir 186 000 lebih atau 69,3%. Pemilih dari kelompok janda/duda berjumlah 10.000 lebih atau sekitar 3,8%. Di Labura, lanjutnya, jumlah pemilih pemula 5.000 lebih atau 2,37% dari keseluruhan pemilih terdaftar. Pemilih lajang 58.000 lebih atau sekitar 26,62%.
Pemilih menikah berjumlah 148.000 atau 67,88%. Sedangkan pemilih yang berstatus janda/duda berjumlah sekitar 12.000 lebih atau sekitar 5,5%. Untuk melihat popularitas dan peluang ketokohan menjelang pilkada di dua kabupaten ini, dalam risetnya Yos memilih responden perempuan yang menikah atau yang pernah menikah alias janda. Khusus di Labura, sampelnya adalah penggali/penjaga kuburan, pawang jarankepang, pawing hujan, dukun manten, dukun beranak, dan pensiunan buruh perkebunan.

Dalam riset ditemukan, perempuan menikah di Labuhanbatu induk merasa kondisi ekonomi rumah tangganya tidak ada perubahan. Sebanyak 2,5% responden menyebutkan bahwa kondisi ekonomi rumah tangga sekarang ini jauh lebih buruk, 20% menyebutkan lebih buruk dan 38,8% menyebutkan tidak ada perubahan. Yang menyatakan kondisi ekonomi saat ini lebih baik 18,8% responden, yang menyatakan jauh lebih baik 7,5%. Sedangkan 12,5% lagi menyatakan tidak tahu/abstain.

“Baik buruknya kondisi ekonomi kelak akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya dukungan bagi para kandidat,”ujar Yos. Sementara itu di Labura, mengenai kondisi ekonomi rumah tangga sama halnya dengan di Labuhanbatu (Induk). Sebahagian besar responden merasa kondisi ekonomi rumah tangganya tidak ada perubahan. (mb)
sumber : by labuhanbatunews

0 komentar:

Poskan Komentar

Posting yang berkaitan

TUKARAN LINK SILAHKAN COPY LINK DI BAWAH INI

Ą